“Kekuatan Sinergi”

adminRENUNGAN

Yohanes 17:22-23

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

 

Ayat di atas adalah doa Tuhan Yesus kepada Bapa di Surga agar murid-murid-Nya bersatu sama seperti Bapa dan Tuhan Yesus adalah satu. Bapa yang ada di dalam Yesus dan Tuhan Yesus di dalam kita memampukan kita untuk bersatu. Dengan hidup dalam kesatuan (‘unity’), kita bisa mencapai kesempurnaan. Dengan demikian, dunia akan bisa melihat kasih Bapa dan Kristus di dalam kita dan mengenal-Nya juga. Kesatuan (‘unity’) dapat dicapai saat kita hidup dalam kerukunan. Di awal tahun ini, Tuhan berpesan agar kita semua hidup dalam kerukunan. Kerukunan adalah sesuatu yang indah dan baik dilihat dan dialami. Kerukunan menarik minyak pengurapan yang akan memampukan kita melakukan hal-hal yang spesial. Kerukunan juga mendatangkan embun berkat yang membuahkan kelimpahan. Saat kita hidup rukun, berkat dan kehidupan akan diperintahkan Tuhan untuk mengikuti kita selama-lamanya.

 

Kejadian 11:1-9 menceritakan tentang berdirinya menara Babel di tanah Sinear.  Orang-orang pada saat itu bermaksud mendirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dengan tujuan mencari nama dan tidak terserak ke seluruh bumi. Namun tujuan mereka tidak berkenan pada Tuhan yang mengacaukan bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing dan diserakkan dari situ ke seluruh bumi. Tuhan berfirman di Kejadian 11:6 bahwa ketika orang-orang bersatu, apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.  Bersama Tuhan kesatuan (‘unity’) memampukan kita melakukan apa saja. Ada satu sinerji kekuatan yang terjadi dalam kebersamaan dan kesatuan. Pengkotbah 4:12 berkata, “Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

 

Di abad ke-21 ini dimana revolusi digital menguasai dunia, ditandai dengan berkembangnya teknologi dan penggunaan robot dan internet, generasi millennial dan generasi Z bertumbuh  dan bangkit untuk memegang peranan penting dalam global ekonomi, sosial dan teknologi modern. Alat-alat yang bergerak (‘mobile devices’) seperti ‘smartphones’ dan tablet yang dihubungkan ke internet secara  perlahan mulai menggantikan fungsi komputer ‘desktop’ dan ‘laptop’. ‘Broadband internet’ menjadi tersebar di seluruh negara-negara yang lebih berkembang. Fiber optik membuat koneksi internet menjadi sangat cepat dengan menyediakan kecepatan lebih tinggi dalam Gbit per detik untuk jaringan tanpa kabel (‘wireless networks’). Dalam teknologi sosial, penggunaan ‘social networking’ seperti Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, YouTube, Snapchat, dll. menjadi populer menggantikan fungsi ‘email’, sms, ataupun pelayanan pesan instan lainnya.  Penggunaan ‘webcams’ dan ‘front-facing cameras’ di PC (‘personal computer’) dan alat-alat sejenis dalam pelayanan seperti Skype dan FaceTime membuat ‘video calling’ (telepon video) dan ‘video conferencing’ (rapat via video) menjadi satu bentuk modern dalam komunikasi digital.

 

Dengan berkembangnya teknologi modern ini, khususnya dalam hal komunikasi, ‘networking’ (hubungan jaringan) menjadi sangat penting dalam bisnis dan keuangan.  Data menunjukkan bahwa orang-orang terkaya di dunia adalah orang-orang yang terjun dalam bidang ‘networking’. Analisa kekayaan orang-orang terkaya di Amerika menemukan bahwa kekayaan Bill Gates, Jeff Bezos dan Warren Buffett melebihi kekayaan dari setengah populasi Amerika Serikat, 160 juta orang. Sejak tahun 2013, Bill Gates, yang juga seorang filantropis (suka memberi dan menyumbang ke yayasan sosial), selalu menduduki tempat paling atas sebagai orang paling kaya di dunia.

Namun, pada akhir tahun 2017, data menunjukkan bahwa sekarang Jeff Bezos, founder dan CEO dari Amazon menjadi orang nomor satu terkaya, dengan kekayaan USD 99.6 Milyar (net worth capital market). Sedangkan kekayaan Bill Gates mencapai USD 89.4 Milyar, kekayaan Warren Buffet USD 78.6 Milyar dan kekayaan Mark Zuckerberg USD 73.7 Milyar. Apa rahasia Jeff Bezos sehingga kekayaannya bertambah USD 10.4 Milyar dalam satu hari dan melebihi kekayaan Bill Gates, founder dari Microsoft? Rahasianya adalah ‘networking’ (jaringan kerjasama). Perusahaan Amazon yang bergerak dalam ‘online’ bisnis dan juga memprakarsai networking bisnis online melalui jaringan internet dalam hal transportasi, penjualan dan bisnis makanan seperti ‘Grab’, ‘Gojek’, ‘Go-car’, ‘Go-food’ menjamur di mana-mana dan tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ada satu fenomena yang terjadi dimana nilai aset perusahaan Grab melebihi nilai aset perusahaan Garuda Indonesia. Nilai aset perusahaan Grab mencapai Rp. 20 Trilyun, nilai aset perusahaan Gojek sebesar Rp. 17 Trilyun dan Garuda Indonesia sebesar Rp. 12.3 Trilyun (sumber: Kompas TV). Perusahaan Garuda Indonesia memiliki armada kapal terbang yang sangat besar sedangkan perusahaan Grab dan Gojek tidak memiliki armada apapun. Armada Grab dan Gojek adalah milik pribadi orang-orang yang bergabung dalam jaringan kerjasama ini. Sekalipun demikian, karena adanya ‘networking’, perusahaan ini bisa menjadi sangat berhasil, bahkan melebihi dari perusahaan Garuda Indonesia yang selama ini menduduki posisi paling atas dalam hal nilai aset perusahaan.

 

Ada sinerji kekuatan yang luar biasa terjadi, satu pelipatgandaan dalam segala sesuatu – kekuatan, kekayaan, hikmat dan kemampuan untuk berhasil. ‘Tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana’ jika kita hidup dalam kerukunan dan kesatuan. Oleh karena itu, sesuai dengan tuntunan Tuhan di awal tahun, marilah kita ‘berusaha hidup damai dengan semua orang’ (Ibrani 12:14), kejar dan jaga kerukunan dalam keluarga, terhadap sesama, dalam pelayanan, dalam pekerjaan dan dalam hidup kita bersosial dan berbangsa agar sinerji kekuatan terjadi.

 

*****

(Diringkas dari Pesan Gembala di GBI Rumah Persembahan)