“Dipenuhi oleh Roh Kudus (1)”

adminRENUNGAN

Dipenuhi oleh Roh Kudus

1 Korintus 14:4

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat.”

 

Firman Tuhan di 2 Timotius 3:1 berkata bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Kata masa yang sukar dalam bahasa Yunani adalah χαλεπός chalepos yang berarti masa yang berbahaya, jahat dan ganas. Di masa sukar ini, kita dipesan untuk berjaga-jaga dan berdoa. Kadang-kadang dalam keadaan yang sukar dan berbahaya, kita merasa sulit dan tidak tahu bagaimana berdoa. Itulah sebabnya kita perlu dipenuhi oleh Roh Kudus agar Roh yang membantu dalam kelemahan kita; Roh sendiri yang berdoa untuk kita kepada Tuhan. Roma 8:26-28, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

 

Bagaimana kita mengikut-sertakan Allah di surga supaya Tuhan mengulurkan tangan dan ikut ambil bagian dan mengubah yang tidak baik menjadi baik, duka menjadi suka? Bagaimana kita menarik surga sehingga terlibat dalam hari-hari kita? Tuhan tahu bahwa kemampuan kita terbatas dan tidak meninggalkan kita sendirian. Oleh karena itu Dia mengirim seorang Penolong, yaitu Roh Kudus yang menyertai, menjadi pelindung, penghibur dan kekuatan bagi kita. Yohanes 14:16, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Roh Kudus yang akan membantu saat kita tidak tahu apa yang harus dilakukan.

 

Kita berdoa bukan hanya dengan akal budi, tetapi juga dengan bahasa Roh yang diberikan Tuhan kepada kita. 1 Korintus 14:14-15 berkata, “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.” Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh membangun dirinya sendiri (1 Kor 4:4).

 

Saat kita dipenuhi oleh Roh Kudus, hal-hal yang akan kita alami:

  1. Tuhan akan memberi roh nubuat

Salah satu karunia Roh Kudus yang diberikan Tuhan kepada orang-orang percaya adalah karunia bernubuat. Rasul Paulus mendorong kita untuk bernubuat karena siapa yang bernubuat membangun jemaat (1 Kor 4:4b). Karunia bernubuat adalah memperkatakan, mengucapkan perkataan yang membangun, menghibur dan menasihati sehingga ada perkataan yang baik mengalir dari hati dan mulut kita. Perkataan yang baik dalam bahasa Yunani adalah ἀγαθός agathos yang berarti ‘perkataan yang berguna, perkataan yang menguntungkan, perkataan yang menyenangkan, perkataan yang menggembirakan dan dapat disetujui, perkataan yang luar biasa, jujur, berharga dan terhormat.’ Saat kita dipenuhi oleh Roh Kudus, maka perkataan yang baik, menghibur dan menyejukkan akan menghibur dan memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Gereja mula-mula disukai banyak orang sehingga dalam satu hari 3.000 orang dibaptis dan ditambahkan kepada mereka. Penuaian terjadi karena kita disukai dan memiliki gaya hidup yang berbeda.

 

  1. Mata dan telinga rohani kita akan dibukakan

Kisah 22:17-18

“Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.”

 

Rasul Paulus diliputi oleh kuasa ilahi, (bahasa Yunani ‘ekstasis’, yaitu dalam keadaan dipenuhi dan dibanjiri serta dikuasai oleh Roh Kudus). Ada 2 panca indera yang dijamah Tuhan saat mengalami ‘ekstasis’, yaitu mata dan telinga. Paulus melihat dan mendengar suara Bapa di surga. Pada waktu Petrus berdoa di Yope, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi (Kisah Para Rasul 11:5-7). Roh Kudus akan mengurapi dan membanjiri saat kita berdoa dan berjaga-jaga. Pekerjaan Roh Kudus sangat berbeda di Perjanjian Lama dengan yang di Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama, dosa ditutupi dan belum dihapus. Roh Kudus bersifat ‘outpouring spirit’ karena hanya mengurapi dan meninggalkan. Saat Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya, dosa dihapus dan bukan ditutupi. Roh Kudus tinggal di dalam diri kita dan bukan di luar. Roh Kudus mulai memenuhi seperti aliran air sungai yang menenggelamkan kita. Roh Kudus meluap keluar dari dalam kita dan tiba-tiba Tuhan membuka mata dan telinga kita untuk melihat dan mendengar dan kita akan melihat apa yang ada di surga.

 

*****

(Bersambung)

(Diringkas dari Pesan Gembala di GBI Rumah Persembahan)